RSS Feed
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

English

 

Visitor

Customer Service

Song of Birds

Pemikiran Alternatif ke 3: Solusi Gaji Kecil


Oleh :
Guno Tri Tjahjoko
http://digitaleadership.biz

Pada waktu saya memimpin training di Balikpapan tanggal 7 Oktober 2011, ada peserta yang bercerita kepada saya. Sebut saja nama peserta Andi (samaran) dia mengeluhkan gajinya kecil,padahal sudah bekerja lama :


"Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama lebih dari 15 tahun, tapi saya belum diangkat sebagai karyawan tetap. Setiap tahun status saya sebagai karyawan kontrak diperbaharui. Saya malu belum bisa membahagiakan keluarga. Dengan gaji yang kecil, saya belum bisa beli rumah,kendaraan dan menyekolahkan anak di Perguruan Tinggi. Sementara itu harga kebutuhan bahan pokok sehari-hari terus naik. Saya bingung untuk masa depan saya. Umur saya semakin tua, untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain saya tidak mungkin bersaing dengan anak muda yang lebih berkualitas. Itu sebabnya saya kurang termotivasi bekerja di perusahaan ini."


    Mendengar cerita Andi tersebut terbersit dalam pikiran saya bahwa bekerja berkaitan dengan harga diri. Artinya gaji yang diterima bisa diartikan sebagai harga dirinya yang dihargai oleh perusahaan. Semakin besar gaji yang diterima oleh Andi, maka semakin besar pula harga dirinya.Wujud harga diri tersebut dinampakkan dengan kemampuan bisa membeli rumah,kendaraan dan menyekolahkan anak di Perguruan Tinggi. Ini pandangan masyarakat pada umumnya,apabila mereka tidak mampu membeli ‘ini-itu', maka seolah harga diri mereka ‘hancur' dan merasa tidak berharga. Apakah besarnya gaji berbanding lurus dengan harga diri seseorang ? Saya berpendapat bahwa tingginya harga diri seseorang tidak ditentukan oleh besar kecilnya gaji yang kita terima. Memang kita membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun manusia tidak hidup untuk mencari uang saja, ada pencarian lain yang memuaskan batin dan memberi ketenangan,rasa aman dan bahagia. Menurut saya gaji besar dan kekayaan tidak identik dengan harga diri. Untuk kasus pak Andi tersebut saya memberikan dua solusi, sebagai berikut:


   Pertama,kalau pihak manajemen tidak menghargai anda,mengapa masih tetap bertahan bekerja di perusahaan ? Sering kali pihak manajemen menggunakan strategi ‘pembiaran' dengan tujuan staf tidak betah dan mengundurkan diri. Dengan karyawan mengundurkan diri, maka perusahaan tidak punya tanggung jawab memberikan pensiun atau pesangon. Selain itu strategi yang diterapkan perusahaan hanya merekrut karyawan kontrak. Dengan perekrutan karyawan kontrak, perusahaan hanya membayar berdasar Upah Minimum Regional yang ditetapkan Pemerintah. Perusahaan menyerahkan perekrutan karyawan pada lembaga out sourching.Intinya perusahaan tidak ingin mengeluarkan biaya yang besar, apalagi membiayai tunjangan jabatan,tunjangan keluarga, tunjangan sakit dan pensiun. Dengan melihat kenyataan tersebut,maka sikap kita harus tegas. Pilihannya hanya dua tetap bertahan bekerja di perusahaan atau keluar dari perusahaan.


    Kalau kita tetap berkerja dalam perusahaan, maka kita harus menerima (sadar) gaji kita akan tetap sama sampai kapanpun. Oleh karena itu perlu disiasati dengan usaha lain yang kita kerjakan diluar jam kantor. Saya sampaikan kepada Andi, agar dia memulai wiraswasta kecil-kecilan untuk menopang ekonomi keluarga. Saya tanya pada Andi : "Apa hobby anda ?" Dia menjawab : "Beternak ayam..." "Nah.....mulai saja dengan ternak ayam, karena kebutuhan restoran makan di Balikpapan dan Samarinda mencapai 1000 ekor ayam lebih per hari". Andi terkesima dan sepertinya mengiyakan usulan saya tersebut.


    Kedua, gunakan pemikiran alternative ke 3. Saya menyarankan kepada Andi untuk mendatangi pimpinan dan mengungkapkan kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat. Sering kali staf takut mendatangi pimpinan, karena mereka berpikir negatif terhadap pimpinan.Padahal pimpinan juga membutuhkan informasi dari staf, untuk menunjang keberhasilan tugas-tugasnya. Saya merujuk pandangan Covey tentang pemikiran alternative ke 3, dimana pada umumnya karyawan yang diperhadapkan dengan gaji kecil bersikap ‘melawan' atau ‘kabur'. Artinya karyawan ‘melawan' pihak manajemen dengan demonstrasi dan kerja asal-asalan,sehingga produktivitas perusahaan cenderung menurun. Sementara itu karyawan yang ‘kabur', dia cenderung keluar atau mencari pekerjaan di perusahaan lain. Kasus Andi tersebut cenderung ‘melawan', oleh karena itu saya menyarankan dia untuk mendatangi pimpinan perusahaan dan berani mengatakan, sebagai berikut :

"Pak pimpinan, saya sudah bekerja di perusahaan ini 15 tahun. Seluruh waktu dan tenaga saya fokuskan untuk kemajuan perusahaan ini. Namun selama 15 tahun ini saya belum diangkat sebagai pegawai tetap.Pada mulanya saya berharap mendapatkan gaji yang layak,namun gaji saya tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.Istri saya membutuhkan perawatan medis setiap bulan,karena mengidap kista di rahim. Anak saya membutuhkan biaya pendidikan yang layak di Perguruan Tinggi. Saya tidak bisa fokus untuk mengembangkan pekerjaan ini,karena kebutuhan saya yang belum tercukupi.Padahal saya dapat diandalkan untuk mengembangkan perusahaan ini,karena banyak klien yang puas dengan kinerja saya....."


    Cara berpikir alternative ke 3: pertama, dimulai dari saya melihati diri saya : hal ini dinyatakan dengan keberanian Andi mengungkapkan keadaan keluarganya. Kedua, saya melihat kebutuhan orang lain: dalam hal ini Andi mampu diandalkan untuk pengembangan perusahaan. Ketiga,kita bersinergi,mencari ‘kemajuan/kemenangan' bersama. Dalam hal ini Andi menawarkan servis memuaskan kepada klien yang membawa kemajuan kepada perusahaan. Pemikiran alternative ke 3 ini tidak didasarkan pada ‘menang-kalah',melainkan ke dua belah pihak merasa ‘menang-menang' dan diuntungkan. Kalau anda sebagai pimpinan Andi,apa yang anda akan lakukan ? Anda akan memecat atau menetapkan sebagai karyawan tetap ? Bagaimana tanggapan anda terhadap tulisan ini ?

Salam sukses
kaki Merapi, 12 Maret 2013

 

Tue, 12 Mar 2013 @11:33


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+5+2

Copyright © 2017 Dooweek 083867404015 · All Rights Reserved