RSS Feed
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

English

 

Visitor

Customer Service

Song of Birds

Mukidi Nyalon Pilkada

image

 

Mukidi bosan hidup miskin, dia ingin cepat kaya dengan mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah. Lalu dia berdoa, sebagai berikut :

“Ya , Tuhan, jadikan aku Kepala Daerah ,yang hanya dengan menunjukkan jari saja uang mendatangiku…”

Cliiiingg….tak lama kemudian Mukidi menjadi kondektur bis…..

Tidak puas dengan hal itu,Mukidi berdoa lagi :

“Ya, Tuhan, jadikan aku Kepala Daerah yang hanya duduk menggoyangkan kaki bisa dapat rejeki banyak…”

Cliiiingggg….Mukidi jadi penjahit……

Mukidi kesal, lalu berdoa lagi:

“Ya, Tuhan, jadikan aku Kepala Daerah di daerah yang kaya tambang minyak dan gas, sehingga aku kaya tujuh turunan……”

Cliiinggg…….lalu Mukidi jadi penjual bensin eceran…

 

     Cerita Mukidi tersebut di atas sekedar guyonan, namun mencerminkan ambisi dan motif kandidat memperkaya diri. Bahkan tidak sedikit Kepala Daerah yang setelah dilantik terlibat kasus narkoba dan korupsi. Lalu kita bertanya, untuk apa kita memilih pemimpin dalam Pilkada ?

     Tampaknya masyarakat sudah mulai jenuh dengan Pemilihan Kepala Daerah yang hanya diperalat untuk kepentingan elite politik. Pilkada sudah jauh dari pesta demokrasi, bahkan disana-sini diwarnai dengan jual beli suara atau money politics. Maraknya money politics dalam setiap hajatan Pemilu/Pilkada telah merusak demokrasi yang berintegritas dan berkualitas. Dengan motif untuk mendapatkan kekuasaan dan kekayaan kandidat membeli dukungan parpol. Jual beli dukungan tersebut tidak tampak di ranah publik, namun sesungguhnya ada dan sulit dilacak. Memperhatikan fenomena tersebut, maka tidak heran setiap Pilkada tidak menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas.

     Pemimpin berintegritas ialah pemimpin yang jujur terhadap diri dan orang lain. Dia memiliki visi dan misi yang jauh ke depan terhadap bangsa dan negara. Dia tidak gila kekuasaan dan jabatan. Baginya jabatan adalah amanah dari rakyat, yang harus diwujudkan untuk mensejahterkan rakyat lahir dan batin. Dia tidak bisa tidur, ketika ada rakyatnya yang menderita atau kelaparan. Dia haus pengabdian dan memberikan dirinya untuk rakyat. Dia tidak mencuri uang rakyat atau mengorupsinya.

     Tampaknya ada korelasi antara pemimpin yang berintegritas dengan kesejahteraan rakyat. Bila pemimpinnya berintegritas, maka rakyatnya akan sejahtera lahir dan batin. Sebaliknya, pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri, maka kepentingan pribadi yang akan dikedepankan. Pertanyaan kritis yang patut diajukan ialah bagaimana kita mengerti calon Kepala Daerah yang akan kita pilih tersebut berintegritas ? Bagaimana memilih karakter pemimpin yang berintegritas ?Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada baiknya kita perhatikan lima hal, sebagai berikut:

     Pertama,dia orang yang jujur. Dia tidak mengingkari hati nuraninya, dia bericara dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini benar. Dia orang yang tulus dan otentik –apa adanya dan memiliki prinsip yang kuat.

    Ke dua,dia orang yang teguh pada pendirian. Dia menghormati aturan,adat atau norma hukum . Dia tidak mudah disuap untuk mengorbankan prinsipnya. Dengan kata lain dia orang yang konsisten dan tidak mencla-mencle. Apa yang dikatakannya sudah dipikirkan secara seksama dan dia melakukan tindakan sesuai dengan apa yang dia pikirkan tersebut.

   Ketiga, dia orang yang mampu mengendalikan diri. Orang yang berintegritas dapat dilihat dari kemampuannya mengendalikan emosi dan perasaannya. Dia mampu bersikap tenang ketika dilecehkan atau direndahkan di depan publik. Dia tidak pendendam, sebaliknya dia orang yang terbuka untuk suka mengampuni orang lain.

  Keempat,dia mampu mengevaluasi dan mengahargai dirinya. Seorang yang berintegritas, dia mampu mengukur kemampuan dirinya dan dapat menghargainya. Selain itu dia juga mampu menghormati dan menghargai orang lain.

  Kelima, dia memiliki passion mengabdi. Dia memiliki kehausan mengabdi pada masyarakat. Hidupnya akan berharga kalau orang lain bahagia dan sejahtera lahir batin.

   Dalam konteks Pilkada, kita membutuhkan pemimpin yang berintegritas, bukan pemimpin yang berambisi dan obral janji. Pilihlah karakter pemimpinmu dan kenalilah jejak rekamnya – apakah dia berkarya nyata memberantas kemiskinan,kebodohan,korupsi dan perusakan alam. “Jangan gadaikan kedaulatan rakyat pada Mukidi….Jangan pilih Mukidi, yang berambisi….!” (Dr.Guno Tri Tjahjoko)

 

Kaki Merapi, 6 September 2016

Sun, 9 Oct 2016 @23:15


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+3+0

Copyright © 2017 Dooweek 083867404015 · All Rights Reserved