RSS Feed
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

English

 

Visitor

Customer Service

Song of Birds

Berapa Nilai Kecerdasan Jejaring Sosial Anda (NQ) ?

Analisis Vol.I/No.5 /September 2011

 

Guno Tri Tjahjoko
http://www.digitaleadership.biz

Suatu hari saya bertemu dengan Ani (keponakan), dia bertanya begini : "Om, punya Facebook, gak ? Berapa banyak teman om, di Facebook ?" Sebelum saya menjawab anak saya menyela : "Saya punya seratus teman, lho...." Tidak mau kalah, Ani ganti menyela : "Oh, kalau hanya seratus,kalah dengan saya...saya punya enam ratus teman lebih....." Lalu saya bertanya kepada Ani :"Bagaimana kamu berkomunikasi dengan ratusan teman tersebut ? Apakah setiap hari kamu berkomunikasi dengan mereka ?". Sejenak mereka terdiam dan tampaknya bingung untuk menjawab pertanyaan saya tersebut. Lalu Ani menyeletuk : "Gampang om komunikasinya.....kalau gak bisa komunikasi dengan mereka....diamkan saja om....kan semakin banyak teman ....kan kelihatan....gaul, om...." Tidak mau kalah anak saya menimpali: "Saya membatasi berteman,hanya orang yang saya kenal saja....."
      Sejenak saya merenung, dulu sebelum ada Facebook pertemanan dalam jejaring sosial tidak secanggih dan sebanyak ini. Pertemanan jaman dulu benar-benar sebagai teman bermain. Menurut pengalaman seorang anak yang banyak teman berarti dia memiliki potensi cerdas secara sosial. Kecerdasan sosial ini tidak diajarkan di bangku Sekolah atau kuliah,namun kita dapat melalui pengalaman sehari-hari dengan berinteraksi terhadap rekan sepermainan atau rekan sekolah.
     Masih segar dalam ingatan saya ketika memasuki Taman Kanak-kanak saya hanya diajari bermain, menggambar, menari dan menyanyi selama satu tahun.Saya tidak pernah diajari membaca dan berhitung, apalagi bahasa Inggris. Oleh karena saya tidak diajari membaca, maka pada waktu kelas satu SD - saya sempat tidak naik kelas, karena nilai membaca saya lima (5). Pada waktu itu saya tidak tahu apa artinya tidak naik kelas. Setelah saya refleksikan pengalaman empat puluh tahun tersebut ternyata pendidikan dengan pendekatan bermain itu menyenangkan. "Bermainlah,maka kesuksesan akan mengikutimu...!", yang terkandung dalam kalimat ini ialah temukanlah kesenangan atau passion dalam hidupmu, maka anda akan sukses. Kesuksesan itu dekat dengan kita yang menyenangi profesi atau perkerjaan yang kita lakukan.
     Dari pengalaman pribadi dan observasi saya selama enam bulan (April - September 2011) terhadap praktik berjejaring sosial, maka saya menemukan argumen dasar. Argumen yang saya ajukan ialah setiap orang memiliki kemampuan untuk berjejaring sosial, namun tidak semua orang tahu bagaimana mengembangkan dan memanfaatkan jejaring sosial secara positif untuk mendukung kesuksesan. Untuk mendukung argumen saya tersebut, cerita tentang Ani dan anak saya tersebut merupakan cerminan dari kecenderungan anak muda yang hobi berjejaring sosial dengan mengoleksi banyak teman,namun tidak tahu bagaimana mengembangkan dan memanfaatkannya. Sebaliknya anak saya tipe anak muda yang selektif bergaul, namun juga tidak tahu mengembangkan dan memanfaatkan jejaring sosial.


Motivasi berjejaring sosial


    Paling sedikit ada tiga motivasi orang memiliki account FB,Twitter, LinkedIn dan jejaring sosial lain, yakni : pertama, sekedar mengenal orang lain. Motif pertama ini banyak kita temui dalam jejaring sosial seperti FB atau Twitter. Dengan kata lain mereka mengoleksi banyak teman hanya sekedar ingin kenal dan ingin menunjukkan diri sebagai orang yang gaul dan disukai banyak teman. Kedua, memanfaatkan orang lain. Orang dengan tipe motif yang kedua ini juga sering kita temui dengan adanya beberapa penipuan penjualan barang atau jasa melalui internet. Kadang-kadang dalam berjejaring sosial tipe orang seperti ini juga sering memanfaatkan kita untuk hal-hal yang negatif. Biasanya orang dengan tipe seperti ini hanya berteman kalau melihat adanya keuntungan secara materi /fisik dan non fisik. Secara materi yang saya maksud ialah orang ini menginginkan harta benda kita, sedangkan non materi ialah dia menginginkan anda menjadi ‘pacar' atau selingkuhannya.
Ketiga, memberi manfaat. Orang dengan kategori ketiga ini dapat kita ketahui dari setiap opini yang dia tulis melalui FB atau Twitter. Indikasi dari orang tipe ketiga ini, dia suka menolong dan memberi komentar yang positif terhadap teman dalam FB maupun Twitter setiap hari. Seringkali saya menunggu orang lain memberi komentar terhadap opini yang saya tulis. Namun dua minggu ini saya ubah kebiasaan tersebut, saya berinisiatif memberi komentar terhadap status orang lain minimal sepuluh teman setiap hari. Kalau saya belum sempat memberi komentar, karena ada kegiatan, maka saya rangkap menjadi dua puluh komentar setiap dua hari.


Karakteristik jaringan yang kuat


   Seorang pakar jejaring sosial Rob Cross (2009) berpendapat bahwa yang membedakan orang-orang yang hebat atau sukses dengan yang lainnya teridentifikasi melalui apakah dia mampu mempertahankan dan meningkatkan jaringan personal yang dimilikinya. Menurut Cross jaringan yang luas dan bervariasi akan memperkaya kita dengan pengalaman dan menjembatani semua batas organisasi.Dari pernyataan Cross tersebut implisit ada beberapa karakter suatu jaringan disebut kuat atau kokoh dan efektif menunjang kesuksesan kita.
Pertama, jaringan yang kuat ialah jaringan yang memiliki banyak relasi dengan orang-orang yang berbeda profesi atau lintas hobi. Faktor jumlah (kuantitas) ini sangat penting, namun harus dikaji lebih detil, apakah rekan-rekan yang ada dalam jaringan kita tersebut merupakan orang yang memiliki profesi atau hobi yang sama ? Kalau jawabannya YA, maka ada baiknya kita meningkatkan jaringan kita dengan orang lain yang profesi dan hobinya berbeda. Kita akan berkembang kalau mau belajar sesuatu dari orang lain yang memiliki pengalaman dan keahlian dibidang yang lain.
Kedua, hubungan timbal balik. Salah satu ciri yang menonjol dalam menjalin relasi yang kuat ialah kita pro aktif memberikan respon terhadap rekan yang menulis opini. Atau kita menyapa dan memberikan ide-ide positif, agar rekan kita lebih semangat dan termotivasi untuk hidup lebih baik. Dalam survei saya selama enam bulan (April-September 2011) terhadap dua ratus orang melalui facebook, saya menemukan adanya kecenderungan pemakai FB menjadi tempat uneg-uneg atau curhat. Hal ini sah dan tidak dilarang oleh siapapun, namun pertanyaan kritis yang patut kita ajukan ialah apa manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain ? Selain itu saya juga menemukan beberapa rekan pengguna FB menuliskan opini,namun menunggu orang lain memberi komentar.
Ketiga, jaringan bervariasi. Jaringan yang bervariasi tersebut membantu kita untuk berkembang, karena kita bertemu dengan banyak orang dengan minat yang berbeda yang akan memperluas cakrawala kita. Saya sendiri memiliki jaringan alumni, jaringan penulis, jaringan start up lokal, jaringan Kaltim, jaringan film indie, jaringan politik, jaringan asosiasi training, jaringan media massa, jaringan toko bagus, jaringan sastra, jaringan android community, jaringan intel,jaringan Maxwell, jaringan Stephen Covey, jaringan Mario Teguh, jaringan leadership dan lain-lain.Kadang-kadang saya bingung bagaimana mengembangkan jaringan ini pada mulanya.Namun dengan adanya bisnis online yang saya kembangkan, maka jaringan yang bervariasi tersebut membantu saya untuk berkembang, misalnya: saya lagi promo digitaleadership batik, maka saya tinggal memberikan promo ke jaringan dan mereka berespons.
Keempat, jaringan berkualitas. Banyaknya anggota jaringan tidak menjamin kualitas dari jaringan itu sendiri, tanpa kita pro aktif memelihara dan mengembangkannya. Pada waktu saya memulai riset bisnis online ini, saya banyak dibantu oleh anggota jejaring yang saya miliki. Saya membutuhkan website yang bagus dan murah,lalu saya kontak rekan saya lewat chatting. Saya semula hanya cari informasi, ternyata dia menawarkan pembuatan website dengan harga bersaing. Transaksi terjadi dalam waktu sekitar dua puluh menit dan website sudah dipublikasikan dalam tempo satu bulan. Untuk riset bisnis online ini saya memiliki jaringan pakar IT, saya minta pertimbangan mereka bagaimana sebaiknya menjalankan bisnis online ini. Ternyata mereka dengan antusias mau membantu saya, mulai dari memberikan informasi bisnis online dan pendampingan.Yang penting konsultasi tersebut diberikan dengan gratis, karena jaringan yang saya rajut disertai dengan ketulusan dan semangat untuk saling membantu. Pada saatnya nanti mereka membutuhkan keahlian saya, maka saya juga siap membantu tanpa dibayar.
  Teman virtual saya memberi saran sebaiknya bisnis online ada dasar hukumnya,karena kita akan kena pajak yang tinggi kalau tidak punya NPWP dan TDP. Kemudian saya keliling Yogya dan ketemu rekan yang mau membantu mengurus ijin pendirian perusahaan,NPWP,TDP dan lain-lain. Dari banyaknya jaringan yang saya miliki, saya akan menyeleksi dan hanya memfokuskan kepada passion yang ingin saya kembangkan. Saya memiliki passion untuk menjadikan manusia Indonesia berkualitas dan bermartabat. Jadi semua jaringan tersebut akan tersaring dengan adanya passion yang saya miliki. Kalau ternyata jaringan tersebut tidak mendukung passion saya, maka saya akan batasi. Dengan demikian jaringan yang berkualitas akan memberikan manfaat dan kesuksesuan kepada kita kalau kita landaskan dengan ketulusan dan passion dalam hidup kita. Ketulusan dan passion itu seperti gizi dalam makanan yang menyehatkan dan membuat kita menjadi cerdas dan bersemangat pantang penyerah dalam hidup.


Seberapa cerdaskah anda berjejaring sosial ? (NQ)


     Sudah sejak tahun 1990 saya mengembangkan berjejaring dengan orang lain, baik jejaring profesi dan pertemanan. Istilah networking (jejaring) menjadi kata kunci selama tahun 1990 an, namun saya belum tahu teori atau membaca hasil penelitian tentang jejaring sosial. Setelah FB dan twitter mendunia, maka konsepsi saya tentang jejaring semakin dikuatkan dan disegarkan. Dahulu saya mulai berjejaring sosial secara alamiah, kenalan dengan orang baru dan beda profesi. Lalu saya minta kartu nama, dan saya juga memberikan kartu nama. Tetapi saya akui dari sekian ratus kartu nama yang saya punya, saya hanya mengoleksi kartu nama tersebut tanpa mengembangkan relasi untuk menunjang kesuksesan dalam bisnis dan studi. Pada tahun ini (2011) saya membaca penelitian dari Michael Dulworth (2009) tentang The Connect Effect . Dulworth (2009) membuat rumusan menarik tentang kesuksesan, yakni : IQ+EQ+NQ = Sukses. Yang menarik perhatian saya ialah tentang kecerdasan jejaring (Networks Quotient) yang menurut saya baru dan relevan dalam dunia jejaring sosial pada masa kini.
    Untuk mengetahui berapa nilai kecerdasan jejaring sosial anda, jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jujur (spontan), maka anda akan mengetahui seberapa cerdaskah anda berjejaring sosil. Sebelum mengisi (beri tanda x) dengan spontan dan jujur, anda diminta memetakan jaringan anda yang terdiri dari (1) jaringan pribadi, (2) jaringan profesional dan (3) jaringan virtual. Pertanyaan NQ dibawah ini diadopsi dari Dulworth (2009) dengan beberapa penyesuaian dengan kondisi di Indonesia, sebagai berikut :

A . Jangkauan dan kekuatan jaringan anda


1. Berapa jumlah orang yang ada dalam jaringan anda, baik itu jaringan pribadi, (2) jaringan profesional dan (3) jaringan virtual. Jumlahkan semuanya !
0= dibawah 10
1= 11-100
2=101-200
3=201-400
4=lebih dari 400


2.Menurut anda, seberapa kuat anda memiliki relasi terhadap jaringan pribadi,
profesional dan virtual ?
Apakah mereka hanya sekedar teman sebatas kartu nama saja ?
Apakah mereka dapat diandalkan ketika anda sedang membutuhkan mereka ?
0= Mereka sebatas rekan dalam kartu nama
1= Sebagian besar kenalan
2= Banyak teman pribadi
3= Campuran teman pribadi dan teman dekat
4= Kebanyakan teman dekat dengan beberapa teman pribadi dan kenalan


3.Seberapa bervariasinya jaringan anda dari segi usia, jenis kelamin, profesi, hobi
dan latar belakang budaya ?
0 = Melihat jaringan, saya seperti sedang bercermin
1 = Jaringan saya sendiri sebagian besar atas orang-orang yang seperti saya,
tetapi memiliki sejumlah perbedaan
2 = Jaringan saya memiliki variasi yang cukup banyak
3 = Jaringan saya terdiri atas orang-orang dari latar belakang dari industri yang
sangat bervariasi
4 = Jaringan saya terdiri atas sejumlah besar orang dari latar belakang,hobi dan
industri yang sangat bervariasi


4. Apakah rekan anda dalam jaringan orang yang berprestasi, berpengalaman dan
memiliki integritas yang membuka peluang anda sukses ?
0 = Saya menyukai mereka, tetapi mereka bukan tipe penggerak
1 = Sedikit orang yang memiliki beberapa koneksi
2 = Beberapa orang dalam jaringan saya patut mendapat perhatian
3 = Banyak orang dalam jaringan saya berada di puncak bidang mereka dan
berhubungan dengan saya sangat baik
4 = Saya dapat menghubungi setiap orang dalam jaringan saya setiap saat


B. Aktivitas dalam jaringan


5. Apakah anda menindaklanjuti setelah pertemuan atau kenalan pertama kali ?Apakah
anda mengirim email atau memberi komentar dalam FB atau Twitter ?Apakah anda
mencoba untuk bertemu langsung ?
0 = Saya tidak punya waktu untuk bertemu
1 = Saya berusaha menghubungi jika ada waktu
2 = Saya berusaha menyediakan waktu, tetapi sering terlewat
3 = Saya menyediakan waktu untuk menghubungi orang lain secara konsisten
4 = Menghubungi orang lain adalah prioritas utama saya setiap hari


6. Seberapa sering anda secara aktif merekrut anggota baru ke dalam jaringan anda ?
0 = Tidak pernah
1 = Jarang
2 = Kadang-kadang
3 = Sering
4 = Setiap waktu


7. Seberapa sering anda membantu orang lain dalam jaringan anda (baik ketika diminta
maupun tidak) ?
0 = Tidak pernah
1 = Jarang
2 = Kadang-kadang
3 = Sering
4 = Setiap waktu


8. Seberapa jauh anda memanfaatkan internet untuk membangun dan
mengembangkan jaringan anda ?
0 = Tidak pernah
1 = Jarang
2 = Kadang-kadang
3 = Sering
4 = Setiap waktu


    Setelah anda menjawab dengan jujur (spontan) pertanyaan tersebut diatas, gabungkanlah nilai anda dan kalikan dengan lima (5). Anda akan mendapatkan NQ antara 0 sampai 160. Tabel berikut ini menerangkan arti dan nilai NQ anda, sebagai berikut :


0 - 80 dibawah rata-rata - jaringan belum ada di layar anda
Saran : anda perlu lebih pro aktif membangun dan mempertahankan jaringan


81-110 rata-rata - belum ada yang patut dibanggakan

Saran : anda akan mendapatkan manfaat, kalau pro aktif membangun jaringan

111-140 diatas rata-rata - anda tipe orang yang mewarisi bakat (gen) networker sejak
lahir. Saran : anda sudah melakukan jejaring dengan baik, tetapi tetap harus
ditingkatkan, agar lebih sistematis dan membantu anda untuk meraih
kesuksesan


141-160 Jaringan luar biasa - anda paham bahwa diperlukan usaha yang berkelanjutan untuk mempertahankan jaringan anda. Saran : pertahankan jaringan yang ada dan perluas dengan orang yang berbeda profesi atau hobi.


  Nah,sekarang anda sudah mengetahui nilai NQ dan bagaimana harus mengembangkannya. Jangan kuatir, anda dapat mengembangkan NQ anda untuk mencapai nilai di atas 120, sehingga jaringan anda efektif dan efisien. Anda harus membiasakan diri untuk pro aktif membangun jaringan dan mengembangkan sedemikian rupa, sehingga hal ini mendukung kesuksesan baik dalam bidang bisnis, studi, bermasyarakat dan dalam kehidupan sehari-hari.


Kesimpulan


     Argumen yang saya ajukan ialah semua orang dapat berjejaring sosial, namun tidak semua orang mampu mengembangkan dan memanfaatkan secara positif untuk mendukung kesuksesan dalam bisnis, studi dan kehidupan sehari-hari. Mereka tidak mampu mempertahankan dan mengembangkan jejaring sosial, karena tidak tahu NQ yang dimilikinya. Untuk dapat mengembangkan jejaring sosial anda harus mengetahui karakteristik jaringan yang anda punya. Anggota jaringan perlu diberikan kasih sayang dan sentuhan ketulusan dan hal ini bisa anda lakukan, kalau anda memiliki passion dalam hidup. (Bersambung Sepuluh Tip Sukses dalam Jaringan)

 

kaki Merapi, 12 September 2011

 

 

 

Mon, 12 Sep 2011 @11:12


4 Komentar
image

Wed, 9 May 2012 @03:21

farida.rahmiati

Assalamualaikum..Trmks yg sae'bsar2nya u tagnya pd jeng yg sngat brmanfaat bg jeng dg sgalua mcam artikel2y. Spt artikel d atas brp nilai kcrdasan dlm brjejaring sosia ini. Smoga bung sll bhkan lbh psat dlm brkarya amin..wassalamualaikum...wrwb

image

Wed, 9 May 2012 @15:43

Guno Tri Tjahjoko

Semoga tulisan tersebut di atas bermanfaat bagi Farida

image

Tue, 28 Aug 2012 @09:08

Yohannis Tammu

mantap mas Koko saya diberkati dengan tulisan ini. Maju terus untuk memberkati bangsa ini. Salam dari saya untuk keluarga ..... GBU

image

Wed, 29 Aug 2012 @12:26

Guno Tri Tjahjoko

Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Yannis, selamat berkarya.Bagaimana dengan rencana studi risetnya...?

salam sukses,

Guno Tri Tjahjoko
http://digitaleadership.biz


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+8+4

Copyright © 2017 Dooweek 083867404015 · All Rights Reserved