RSS Feed
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

English

 

Visitor

Customer Service

Song of Birds

Enam Elemen High Performance Leadership (Bagian Pertama)

 

     Pada awal Desember 2011 saya diundang menghadiri wisuda di Jakarta, dimana saya diminta untuk menjadi dosen tamu.Setelah wisuda berakhir saya langsung ke
Bandara Soekarno-Hatta, padahal jam baru menunjukkan jam 14.00 WIB. Pesawat yang akan menghantar saya kembali ke Yogyakarta berangkat jam 18.00 WIB. Jadi masih ada waktu 4 jam, namun saya putuskan untuk ke Bandara lebih awal, saya takut macet di jalan dan terlambat sampai ke Bandara. Saya berharap pesawat on time, tapi saya kecewa karena ternyata pesawat delay 2 jam.


     Ternyata pesawat baru berangkat dari Bandara jam 20.00 WIB. banyak penumpang yang kecewa termasuk saya. Di tengah kekecewaan menunggu pesawat dalam durasi waktu yang lama tersebut, saya berkenalan dengan seorang staf ahli Menpora bidang pertukaran pemuda keluar negeri yang ternyata rumahnya di Yogyakarta. Saya tidak habis pikir, mengapa seorang pejabat mau naik pesawat kelas ekonomi yang sering delay (?). Dalam perbincangan saya dengan staf ahli Menpora tersebut saya mendapat inspirasi yang sangat berharga. Dia mengatakan begini :


     "Pak Guno, tugas saya itu menyeleksi para pemuda di seluruh Indonesia untuk             diutus studi atau belajar budaya ke negara lain. Setiap tahun saya menerima               tawaran dari Jepang,Korea,China,India,Amerika,Australia, Jerman dan negara lain         yang pada intinya mereka meminta para pemuda kita belajar ke negara mereka.         Semua biaya ditanggung oleh negara yang mengundang, kecuali biaya visa dan           paspor yang ditanggung oleh pribadi yang bersangkutan. Ya,....tampaknya                 tawaran tersebut menggiurkan dan banyak pemuda kita yang belajar dan tinggal         disana untuk memahami budaya negara-negara tsb. Namun kita akan kehilangan       pemuda yang semangat nasionalismenya luntur, kelak 20 tahun yang akan                 datang yang ada dibenak mereka adalah produk-produk IT,elektronik atau                 otomotif negara tersebut. Secara bertahap dan sistematis anak muda kita akan           ‘dicuci' otaknya dan berorientasi pada negara-negara tsb."


Saya terdiam dan tercenung mendengar curhat sang staf ahli tersebut, lalu muncul pertanyaan saya spontan :
"Lalu....apa yang dapat kita lakukan, pak.....menghadapi derasnya intervensi negara-negara tsb.....?"


"Siapkan kepemimpinan sejak dini, agar "kita tidak menjadi bangsa kuli" kata Bung Karno.Kita harus yakinkan anak muda kita mampu memimpin bangsa ini dengan lebih baik. Berikan kesempatan kepada mereka untuk membenahi bangsa ini, agar masyarakat sejahtera lahir dan batin "


Elemen apa yang perlu dimiliki seorang anak muda, agar dia mampu memiliki kinerja kepemimpinan yang tinggi (High Performance Leadership), baik dalam organisasi atau perusahaan ?


1. Leader sebagai Vision Creator

1.1 Menciptakan Visi


    Seorang pemimpin dia harus memiliki visi yang jelas terlebih dahulu, sebelum dia memengaruhi orang lain. Seorang pemimpin dialah yang menciptakan visi, karena dialah yang menjadi nakhoda dalam organisasi atau perusahaan. Anda sebagai pemimpin haruslah menawarkan rumusan apa visi untuk team/organisasi - dimanakah team harus diarahkan, kinerja seperti apakah yang diharapkan dari team/organisasi.
1.2. Setting Goals
Seorang pemimpin yang baik, dia tahu ujuan dari setting goal yang akan dicapainya.Setting goal adalah untuk rumusan konkret visi team menjadi target kinerja yang spesifik yang dapat diukur secara kualitas dan kuantitas. Setelah itu seorang pemimpin menentukan target kinerja dan kemudian mengukur pencapaiannya. Hal ini akan sangat membantu leader/manajer mengelola perkembangan kinerja team

1.3. Effective Goal Setting
Seorang pemimpin dia dituntut untuk menentukan goal setting yang konkret dan dapat diukur secara kualitas dan kuantitas. Selain itu untuk mencapai goal setting harus dipertimbangkan kemampuan anggota tim atau orang yang anda pimpin. Menentukan goal setting terlalu tinggi ada baiknya untuk menaikkan kualitas dan kapasitas anggota tim.
1.4. Developing Action Plan
Untuk menjabarkan goal setting ke dalam tindakan diperlukan action plan. Action plan merupakan serangkaian tindakan untuk meraih target kinerja. Action plan harus konkrit, dan merangkum rangkaian program yang terukur dan jelas waktunya .Action plan juga menentukan prioritas tindakan yang harus dilakukan
1.5. Monitoring Action Plan Execution
Setelah action plan ditetapkan,maka perlu monitoring agar action plan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Dalam fase ini serangkain action plan akan diekeskusi dan dimonitor progresnya. Apakah sesuai rencana atau tidak (?), lalu bagaimana corrective action harus dilakukan selanjutnya ?


2.Leader sebagai Team Builder


     Seorang leader dia tidak akan berhasil tanpa dukungan anggota tim. Oleh karena itu seorang leader dia harus mampu mempererat spirit kebersamaan tim. Selain itu sebagai leader, dia mendorong penyelesaian masalah secara kelompok, agar tidak merusak kesatuan tim. Yang sulit dilakukan ialah leader harus loyal terhadap anggota tim. Dia membela dan berani berkorban untuk anggota tim.Dia tidak egois, namun mendahulukan kepentingan anggota tim atau kelompok.


3.Leader sebagai Tasks Allocator


  Kelemahan kepemimpinan bangsa ini adalah kurangnya kepercayaan mendelegasikan kepada pemimpin muda. Demikian juga hal ini terjadi dalam perusahaan, dimana sang direktur/direksi kurang percaya untuk mendelegasikan kepada pemimpin yang lebih muda. Hal ini bisa dimaklumi, karena perusahaan bergantung pada pemegang modal atau saham. Siapa yang memiliki saham terbesar,dia merasa berkuasa dan tidak mau mendelegasikan tugas penting kepada pemimpin yang lebih muda.

  3.1.Apa yang didelegasikan
Pendelegasian bukan berarti menggantikan posisi atau kekuasaan (kepemimpinan). Pendelegasian adalah membagikan tugas kepada orang lain.Adapun tugas yang dibagikan kepada anggota tim,yakni :
• Tugas-tugas yang berulang dan rutin
• Tugas-tugas yang dapat mengembangkan kemampuan atau pengetahuan karyawan
• Tugas yang sesuai dengan bidang yang dia kuasai atau dia minati
3.2. Siapa yang didelegasikan
Pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang berhasil mendelegasikan tugas kepada orang lain, oleh karena pada hakekatnya kepempinan adalah memengaruhi orang lain untuk melakukan visi dan goal setting yang telah kita tentukan. Apa syarat yang harus diperhatikan dalam memilih orang untuk menerima pendelegasian tugas ?
• Orang yang telah mampu dan bersedia mengambil tanggung jawab untuk melaksanakan tugas tersebut.
• Orang yang ingin mempelajari tugas-tugas untuk mengembangkan kemampuannya
• Orang yang ingin membuat pekerjaan mereka menjadi lebih menarik dan menantang
Bagaimana tanggapan anda terhadap artikel ini ? Silahkan tuliskan tanggapan anda di bawah ini ! (Bersambung)

Salam sukses,
kaki Merapi, 22 Mei 2012


Guno Tri Tjahjoko
http://www.digitaleadership.biz

 

Tue, 22 May 2012 @20:34


3 Komentar
image

Mon, 16 Jul 2012 @09:57

hadimpudus@yahoo.com

Leadership suatu keniscayaan bagi berhasilnya suatu institusi

image

Sun, 9 Sep 2012 @22:01

julius berliner

Trims pak Guno artikel anda sangat menarik. Saya tertarik untuk mempelajari lebih dalam, karena leadership penting dalam seluruh eksistensi kehidupan. Leadership adalah kesenian dalam memberikan pengaruh buat orang lain.

image

Mon, 10 Sep 2012 @10:05

Guno Tri Tjahjoko

@Julius terimakasih komentarnya, kiranya artikel tersebut berguna bagi anda

salam sukses,

Guno Tri Tjahjoko
http://digitaleadership.biz


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+9+4

Copyright © 2017 Dooweek 083867404015 · All Rights Reserved